Foto: Antara News
- Yusril Ihza Mahendra meminta seluruh jajaran Kemenko Kumham Imipas menerapkan pola kerja yang substantif dengan sasaran dan indikator keberhasilan yang jelas.
- Dua pejabat baru dilantik: Muhammad Siddiq Armia sebagai Deputi Bidang Koordinasi HAM dan Natanegara Kartika Purnama sebagai Staf Ahli SDM dan Transformasi Digital.
- Menko menekankan keberhasilan diukur dari penyelesaian masalah nyata dan sinergi antarsektor, bukan sekadar jumlah rapat atau dokumen yang dihasilkan.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengingatkan semua pejabatnya untuk mengubah cara kerja menjadi lebih produktif dan berorientasi pada hasil konkret. Pesan ini disampaikan saat pelantikan sejumlah pejabat di lingkungan kementerian koordinasi itu pada Senin lalu (26 Oktober).
Yusril menjelaskan bahwa pola kerja yang diinginkan harus dibangun melalui tiga pilar utama: menetapkan target yang jelas, membuat indikator kesuksesan yang bisa diukur, dan menjalankan mekanisme pemantauan serta evaluasi yang efektif. Dengan cara ini, setiap masalah yang muncul dapat dihadapi dengan solusi alternatif yang menyeluruh dan rekomendasi yang bisa langsung dijalankan.
“Setiap persoalan yang dihadapi dapat disertai alternatif penyelesaian yang komprehensif dan rekomendasi yang dapat dilaksanakan,” ungkap Yusril. Pendekatan ini bertujuan agar pekerjaan pemerintah tidak hanya menghasilkan dokumen atau laporan, tetapi benar-benar mengatasi masalah masyarakat.
Salah satu penekanan khusus Yusril diberikan kepada Deputi Bidang Koordinasi Hak Asasi Manusia yang baru dilantik. Yusril meminta deputi itu memperkuat koordinasi kebijakan HAM, membangun kerja sama dengan kementerian dan lembaga lain, serta menyelesaikan permasalahan HAM yang membutuhkan penanganan dari berbagai sektor. Pendekatan berbasis bukti dan komunikasi konstruktif menjadi kunci dalam upaya ini.
Pejabat lain yang dilantik, Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Transformasi Digital, diminta memberikan saran strategis tentang pengembangan keterampilan aparatur, penguatan budaya kerja, dan penerapan sistem yang adil dalam promosi. Yusril menekankan bahwa penggunaan teknologi digital harus menyederhanakan proses kerja, meningkatkan efektivitas koordinasi, dan mempercepat pertukaran informasi tanpa mengorbankan keamanan data.
Yusril juga menegaskan bahwa keberhasilan kementerian koordinasi tidak diukur dari banyaknya rapat, dokumen, atau rekomendasi yang dihasilkan. Sebaliknya, yang penting adalah kemampuan menyelesaikan persoalan lintas sektor, memperkuat kerja sama antarkementerian, dan memastikan rekomendasi benar-benar ditindaklanjuti di lapangan. Dengan cara pandang ini, Yusril ingin memastikan bahwa setiap usaha pemerintah memberikan dampak nyata bagi publik dan dapat dipertanggungjawabkan dengan jelas.
Dua pejabat yang dilantik adalah Muhammad Siddiq Armia sebagai Deputi Bidang Koordinasi HAM dan Natanegara Kartika Purnama sebagai Staf Ahli Bidang SDM dan Transformasi Digital. Yusril mengingatkan mereka bahwa lolos seleksi bukan akhir perjalanan, melainkan awal tanggung jawab yang lebih besar. Kepercayaan yang diberikan harus dibuktikan melalui kualitas kerja, keputusan yang tepat, dan hasil yang nyata dan terukur.
Sumber: Antara News

