Rusia Dukung Upaya GCC Cegah Perang di Timur Tengah

Foto: Antara News

Ringkasan 30 Detik
  • Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengumumkan dukungan Moskow terhadap upaya negara-negara GCC untuk mencegah perang besar di Timur Tengah.
  • Rusia mengusulkan pembaruan konsep keamanan kolektif kawasan Teluk yang melibatkan negara tetangga dan organisasi internasional.
  • Rusia menekankan stabilitas kawasan penting untuk meningkatkan kerja sama ekonomi, dengan perdagangan meningkat 45 persen tahun lalu.

Rusia menyatakan siap mendukung negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dalam upaya mencegah terjadinya perang skala besar di kawasan Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov saat menghadiri pertemuan Dialog Strategis Rusia-GCC tingkat menteri ke-9 yang berlangsung di Bahrain.

Lavrov mengajukan ide pembaruan konsep keamanan kolektif untuk kawasan Teluk. Ide ini sebenarnya bukan hal baru—versi sebelumnya telah didiskusikan oleh para pemimpin politik, akademisi, dan para ahli di negara-negara anggota GCC selama puluhan tahun terakhir. Namun, Lavrov menekankan perlunya konsep yang lebih segar dan relevan dengan situasi saat ini.

Menurut Lavrov, negara-negara yang langsung berbatasan dengan kawasan Teluk harus menjadi penentu utama dalam setiap langkah untuk menjamin keamanan di region tersebut. Dia juga mengajak untuk membuka dialog langsung antar negara-negara di kawasan Teluk dengan negara-negara tetangga seperti Irak dan Yordania.

Menurut Lavrov, “Konsep kami bertujuan untuk mewujudkan hal tersebut. Seperti yang Anda ketahui, kami mengusulkan pelibatan pihak-pihak dari luar kawasan untuk menciptakan kondisi yang mendukung, termasuk pimpinan Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), serta, jika Anda berminat, negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB, guna membantu memperkuat proses ini.”

Rusia menganggap penguatan hubungan dengan negara-negara GCC sebagai salah satu prioritas utama dalam kebijakan luar negerinya. Rusia telah mengamati peningkatan signifikan dalam kerja sama ekonomi dan hubungan diplomatik tingkat tinggi dengan anggota GCC. Bukti konkretnya terlihat dari angka perdagangan bilateral—nilai perdagangan antara Rusia dan negara-negara GCC meningkat sebesar 45 persen pada tahun sebelumnya.

Kerja sama kedua pihak terus berlanjut sesuai dengan rencana aksi bersama yang telah ditetapkan untuk periode 2023 hingga 2028. Lavrov menekankan bahwa efektivitas kerja sama ekonomi antara Rusia dan GCC sangat tergantung pada tingkat stabilitas di kawasan Teluk. “Efektivitas kerja sama ekonomi kami sangat bergantung pada stabilitas kawasan,” ujarnya.

Selain isu keamanan, Lavrov juga menyoroti peran penting dialog strategis dalam memfasilitasi pembahasan berbagai isu regional dan internasional. Dialog ini juga menjadi sarana untuk memperluas hubungan di bidang perdagangan, ekonomi, budaya, dan kemanusiaan. Dengan pendekatan multidimensi ini, Rusia berharap dapat membangun kemitraan yang lebih kuat dan berkelanjutan dengan negara-negara Teluk dalam menghadapi tantangan keamanan dan ekonomi di masa depan.

Sumber: Antara News

Scroll to Top