Foto: Liputan6
- Sepuluh bangunan termahal di dunia memiliki biaya konstruksi dari miliaran hingga puluhan miliar dolar.
- Faktor seperti lokasi, tenaga kerja, material berkualitas tinggi, dan fitur mewah mendorong harga proyek membengkak drastis.
- Masjidil Haram di Makkah dan Hudson Yards di New York menjadi dua proyek paling mahal dengan biaya masing-masing mencapai US$26,6 miliar.
Membangun struktur raksasa bukan hanya tentang beton dan baja, tetapi juga tentang mengeluarkan dana fantastis. Beberapa bangunan di dunia telah memecahkan rekor harga karena berbagai faktor yang mempengaruhi biaya konstruksi secara keseluruhan.
Menurut laporan yang dirilis Business Insider, harga bangunan termahal dipengaruhi oleh lokasi, biaya tenaga kerja yang berbeda tiap wilayah, kualitas material, dan bahkan penundaan tak terduga. Perencanaan yang rumit juga ikut menambah biaya akhir proyek. Bangunan kantor memiliki kebutuhan berbeda dengan rumah sakit, begitu pun dengan fasilitas khusus yang menambah kompleksitas pembangunan.
Salah satu bangunan yang menonjol adalah Lotte World Tower di Seoul, yang dibuka tahun 2017. Dengan 123 lantai dan tinggi 555,6 meter, tower ini dirancang sebagai “kota vertikal” yang menggabungkan kantor, tempat tinggal, hotel mewah, dan area observasi. Kompleks sekitarnya dilengkapi pusat perbelanjaan, akuarium, bioskop, teater musik, dan taman hiburan.
Di Amerika Serikat, One World Trade Center yang resmi dibuka 2014 menjadi bangunan tertinggi dengan ketinggian 1.776 kaki atau 541,3 meter. Tinggi ini dipilih secara simbolis untuk menghormati tahun penandatanganan Deklarasi Kemerdekaan AS. Arsitek David Childs mengatakan kepada majalah Time pada 2014 bahwa bentuk bersudut bangunan ini “sama berkesannya dengan Monumen Washington.”
Kasino Cosmopolitan di Las Vegas dengan 50 lantai menawarkan eksklusivitas melalui desainnya yang berbeda. Fitur unik terletak pada jendela besar yang memungkinkan pengunjung melihat waktu, serta Chandelier Bar setinggi tiga lantai yang dihiasi 2 juta kristal. Kepala eksekutif Cosmopolitan mengatakan kepada The Los Angeles Times pada 2010, “Saya rasa orang-orang akan senang mengetahui jam berapa saat ini.”
Proyek terbesar di Asia Tenggara adalah perluasan Masjidil Haram di Makkah, yang dirancang menampung jutaan peziarah setiap tahun. Biayanya mencapai US$26,6 miliar atau sekitar Rp 477,6 triliun. Untuk mengakomodasi kebutuhan yang sama, Pemerintah Arab Saudi juga membangun kompleks Abraj Al Bait senilai sekitar US$15 miliar. The Clock Tower menjadi bangunan tertinggi di kompleks ini dengan tinggi 601 meter dan menawarkan pemandangan Masjid al-Haram terbesar di dunia.
Di New York, Hudson Yards menjadi proyek paling mahal dengan total biaya US$26,6 miliar. Kompleks ini menyediakan ruang untuk 4.000 unit apartemen dan 55.000 pekerja. Sekali lagi, apple park di California juga masuk daftar dengan harga mencapai US$5 miliar setelah naik dari estimasi awal US$3 miliar. Bangunan berbentuk cincin ini dirancang sebagai “net-zero energy” dengan kaca melengkung dan jalur pejalan kaki sepanjang 6,4 kilometer.
Proyek-proyek megah ini menunjukkan bagaimana investasi infrastruktur modern memerlukan perencanaan matang, teknologi canggih, dan tenaga kerja ahli yang berdampak pada biaya akhir. Setiap bangunan mencerminkan ambisi dan visi besar untuk menciptakan landmark yang tidak hanya fungsional tetapi juga menjadi simbol kemajuan.
Sumber: Liputan6

