Emas Melonjak 1,3% saat Dolar AS Melemah

Foto: Liputan6

Ringkasan 30 Detik
  • Harga emas naik 1,3% menjadi US$4.156,52 per ons karena dolar AS melemah dan imbal hasil obligasi pemerintah turun.
  • Pasar percaya The Fed terbatas untuk menaikkan suku bunga lagi karena khawatir membebani perekonomian meskipun inflasi tinggi.
  • Logam mulia lain juga naik: perak +2,1%, platinum +0,6%, dan paladium +3,4% di pasar spot.

Harga emas dunia mengalami penguatan pada perdagangan Kamis, 15 Oktober 2026 pagi waktu Jakarta. Berdasarkan data dari CNBC, harga emas di pasar spot naik 1,3% menjadi US$4.156,52 per ons. Sementara itu, harga emas untuk kontrak pengiriman Desember 2026 mencatat kenaikan yang lebih besar, yaitu 1,7% mencapai US$4.117,80 per ons. Kenaikan ini terjadi setelah emas sempat menyentuh level terendahnya dalam satu minggu pada sesi sebelumnya.

Pendorong utama naiknya harga emas adalah melemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat sebesar 0,5%. Selain itu, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS dengan jatuh tempo 10 tahun ke level terendah dalam tiga minggu turut mempengaruhi. Kombinasi faktor-faktor ini membuat emas menjadi lebih menarik bagi para investor sebagai alternatif penyimpan nilai.

Menurut Peter Grant, Wakil Presiden dari Zaner Metals, “Menurut saya, pasar sebagian besar telah mengantisipasi angka Indeks Harga Produsen (PPI) yang tinggi, menyusul data Indeks Harga Konsumen (CPI) kemarin yang juga lebih tinggi dari ekspektasi.” Dia juga menambahkan bahwa “Pasar mulai menyadari bahwa Federal Reserve berada dalam posisi yang cukup terbatas karena kondisi fiskal, dan menaikkan suku bunga lebih tinggi lagi akan menjadi beban yang cukup berat bagi perekonomian.”

Data ekonomi AS menunjukkan tekanan inflasi yang berkelanjutan. Harga produsen mencatat kenaikan terbesar dalam 4,5 tahun terakhir pada September, didorong oleh peningkatan biaya barang dan jasa. Data ini menyusul laporan harga konsumen yang juga menunjukkan percepatan inflasi pada September akibat lonjakan harga bensin. Meskipun demikian, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober mengalami peredaman setelah pernyataan dari pejabat-pejabat The Fed.

Presiden The Fed San Francisco Mary Daly dan Wakil Ketua Bidang Pengawasan Michelle Bowman menegaskan bahwa kenaikan suku bunga dalam waktu dekat mungkin belum diperlukan. Hal ini menyebabkan pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga bulan ini hanya berada di kisaran 30%, jauh lebih rendah dibanding ekspektasi sebelumnya.

Selain emas, logam-logam mulia lainnya juga mengalami kenaikan harga. Harga perak di pasar spot naik 2,1% menjadi US$56,78 per ons, sementara platinum naik 0,6% menjadi US$1.616,54 per ons. Paladium mencatat kenaikan terbesar di antara logam lainnya dengan peningkatan 3,4% mencapai US$1.131,25 per ons. Pergerakan ini mencerminkan sentimen positif di seluruh sektor komoditas logam mulia.

Sumber: Liputan6

Scroll to Top