Astra Apresiasi Generasi Muda Inspiratif lewat SATU Indonesia Awards

Foto: Republika

Ringkasan 30 Detik
  • Astra menggelar 17th SATU Indonesia Awards dengan partisipasi 19.155 generasi muda, meningkat 8% dari tahun sebelumnya.
  • Lima penerima apresiasi dipilih dari bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, dan teknologi dengan kontribusi nyata.
  • Program ini selaras dengan HUT ke-70 Astra dan meluncurkan Program Kontribusi Sosial untuk dampak berkelanjutan bagi masyarakat.

PT Astra International Tbk mengadakan acara penghargaan tahunan untuk menghargai inisiatif generasi muda yang berkontribusi bagi bangsa. Acara 17th Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards berlangsung pada 28 Oktober 2026 di Menara Astra Sudirman, Jakarta, bertepatan dengan semangat Hari Sumpah Pemuda yang mendorong anak muda untuk memberikan manfaat bagi negara.

Pertumbuhan minat peserta menunjukkan antusiasme generasi muda terhadap inovasi dan pengabdian. Tahun ini, jumlah peserta mencapai 19.155 orang, naik sekitar 8% dibandingkan tahun lalu yang hanya 17.708 peserta. Setelah melalui proses seleksi ketat oleh dewan juri, 10 finalis dipilih untuk berkompetisi di tahap akhir, dan masyarakat juga ikut memilih favorit mereka melalui voting daring di situs astra.co.id selama 16–26 Oktober.

Presiden Direktur Astra, Rudy, mengatakan: “Harapan kami, inisiatif-inisiatif ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat Indonesia yang merasakan manfaatnya. Kami juga berharap apa yang telah kami lakukan dapat diamplifikasi oleh banyak pihak sehingga dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat lebih luas.” Tema acara kali ini, “Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia”, sejalan dengan perayaan HUT ke-70 perusahaan otomotif terkemuka tersebut.

Penerimaan apresiasi dibagi dalam dua kategori: umum dan Desa Sejahtera Astra. Dalam kategori umum, lima penerima dipilih dari berbagai bidang. Di sektor kesehatan, Andi Rizki Tenryayu dari Bone, Sulawesi Selatan, diakui atas program Gerakan Intervensi Gizi Menuju Zero Stunting (GIZI, GO!). Programnya menjangkau 982 balita di 10 desa dengan pendekatan personal untuk setiap anak, berhasil menurunkan kasus stunting 45% dan anak berisiko stunting 60%.

Bidang pendidikan diwakili Hari Novar dari Pekanbaru, Riau, yang melalui Indonesian Youth Education & Social (IYES) Mengajar, mengajak ratusan relawan muda untuk meningkatkan pendidikan di desa-desa terpencil, termasuk kampung Suku Talang Mamak yang membutuhkan perjalanan empat jam naik perahu. Program ini telah beroperasi di sembilan sekolah di lima kabupaten dalam dua tahun.

Ahmad Fahrezi dari Jawa Tengah menerima apresiasi di bidang lingkungan. Lewat Gumregah Nata Bumi, dia mengolah limbah pasar sayuran yang biasanya dibuang menjadi pupuk bernilai jual, memproses sekitar 2 ton limbah per hari dan menjangkau petani di enam kabupaten dengan hasil panen meningkat 40% dan pengurangan sampah lebih dari 50%.

Saat kewirausahaan, Afif Alfianto dari Kebumen, Jawa Tengah, memberdayakan perempuan desa melalui Koperasi Produsen Sinergi Mekarsari Lestari untuk mengolah biji tamanu menjadi minyak kosmetik tanpa menebang pohon, menghasilkan tambahan pendapatan 40% per bulan bagi sekitar 30 perempuan desa.

Feri Ramanda dari Medan, Sumatra Utara, menerima apresiasi di bidang teknologi atas inovasi Farmloka, sistem peternakan modern berbasis AI dan IoT yang memungkinkan peternak memantau kandang secara real time. Sistem ini digunakan sekitar 824 peternak dengan peningkatan hasil panen hingga 93%.

Selain kategori umum, Astra juga memberikan apresiasi kepada empat desa penerima dalam program Desa Sejahtera Astra, yang menerima 265 pendaftar dari 17 provinsi. Program ini fokus pada peningkatan kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan ekonomi desa secara terpadu dan berkelanjutan.

Sumber: Republika

Scroll to Top