Jesica Yap Ajukan Karya Instrumental untuk GRAMMY Awards 2027

Foto: Liputan6

Ringkasan 30 Detik
  • Jesica Yap meluncurkan karya instrumental What the Mind Keeps pada 19 Agustus 2026 yang mengeksplorasi ingatan dan perasaan manusia melalui piano dan harmoni.
  • Karya ini telah diajukan untuk pertimbangan kategori Best Instrumental Composition dalam GRAMMY Awards 2027, meskipun belum menjadi nominasi resmi.
  • Produksi melibatkan kolaborasi lintas negara dengan drummer Jeremy Miller dan mixing engineer Julian Chan, menggabungkan elemen R&B, soul, dan jazz dengan piano klasik.

Komposer asal Pematangsiantar, Sumatera Utara, Jesica Yap baru saja merilis karya instrumental terbaru berjudul What the Mind Keeps pada 19 Agustus 2026. Melalui komposisi ini, dia mengeksplorasi tema-tema universal seperti ingatan, perasaan, dan pengalaman manusia tanpa menggunakan lirik. Sebaliknya, cerita disampaikan sepenuhnya melalui melodi piano, perubahan harmoni, dan permainan tekstur musik yang berkembang sepanjang lagu.

Judul karya ini terinspirasi dari pemikiran tentang bagaimana pikiran menyimpan berbagai momen—mulai dari kenangan lama hingga emosi yang tetap membekas meski kehidupan terus berlanjut. Untuk menggambarkan perjalanan ini, Jesica menggunakan pengulangan melodi, pergeseran harmoni, momen tegang, dan bagian-bagian yang lebih tenang. Kombinasi elemen-elemen ini membangun pengalaman mendengarkan yang reflektif, seolah membawa pendengar menyusuri lorong ingatan dan perasaan yang terus bergerak.

Dalam proses pembuatan What the Mind Keeps, Jesica mengambil peran ganda sebagai komposer, arranger, produser, pianis, dan pengisi tekstur vokal. Dia berkolaborasi dengan drummer Jeremy Miller dan mixing engineer Julian Chan. Proses produksi melibatkan tiga lokasi berbeda—Los Angeles, Ohio, dan Coventry di Inggris—yang mencerminkan kolaborasi internasional dalam menciptakan karya ini.

Karya ini menggabungkan elemen dari berbagai genre musik. Hadirnya drum, lapisan vokal, dan warna harmoni yang terinspirasi dari R&B, soul, dan jazz membuat komposisi ini keluar dari format piano solo tradisional. Piano tetap menjadi fokus utama, namun lapisan suara lainnya memberikan dimensi tambahan pada cerita musik. Pendekatan ini menampilkan perpaduan antara latar belakang pendidikan piano klasik Jesica dengan pengalamannya di bidang film scoring—keduanya menjadi fondasi untuk membangun komposisi yang menggunakan dinamika, suasana, dan perkembangan bunyi untuk menyampaikan narasi.

Menurut informasi yang disampaikan, What the Mind Keeps telah diajukan untuk pertimbangan dalam kategori Best Instrumental Composition untuk GRAMMY Awards 2027 (69th GRAMMY Awards). Namun, penting untuk dicatat bahwa status pengajuan ini berbeda dari nominasi resmi. Sebuah karya yang diajukan untuk pertimbangan, termasuk melalui kampanye For Your GRAMMY Consideration (FYC), belum tentu masuk dalam daftar nominasi final.

Terkait karyanya, Jesica mengatakan, “Saya tertarik pada hal-hal yang tetap tinggal di pikiran kita, bahkan ketika hidup terus berjalan. Lewat ‘What the Mind Keeps’, saya mencoba menggambarkan gerak kenangan dan emosi melalui piano, harmoni, dan tekstur musik.”

Sebelumnya, Jesica juga mengajukan karya vokalnya untuk pertimbangan GRAMMY, termasuk You Are Beautiful dan My Life Is Fine Without You. Di tahun 2026, dia meraih penghargaan Best of North America untuk kategori R&B dalam InterContinental Music Awards melalui lagu You Are Beautiful. Prestasi ini menunjukkan eksplorasi musiknya yang mencakup kedua sisi—menulis lagu dengan pesan lirik serta menciptakan komposisi instrumental berbasis narasi bunyi.

Sumber: Liputan6

Scroll to Top