Foto: Liputan6
- Menko Pangan Zulkifli Hasan menyebut Indonesia kehilangan ikan senilai Rp 200 triliun setiap tahunnya akibat pencurian.
- Zulhas mendorong penguatan para nelayan sebagai langkah untuk mengatasi masalah ini.
- Nasib petani juga menjadi perhatian Zulhas dan disebut perlu ditangani secara besar-besaran.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas, mengungkapkan fakta mengejutkan soal sektor perikanan Indonesia. Menurutnya, ikan milik Indonesia dicuri oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan nilai kerugian mencapai Rp 200 triliun setiap tahunnya.
Angka sebesar itu tentu bukan hal kecil. Bayangkan, uang sebanyak itu seharusnya bisa dinikmati oleh nelayan dan masyarakat Indonesia, tapi justru hilang karena praktik pencurian ikan yang terus terjadi.
Karena itulah, Zulhas menegaskan perlunya penguatan bagi para nelayan Indonesia. Dengan nelayan yang lebih kuat — baik dari sisi peralatan, pengetahuan, maupun perlindungan hukum — diharapkan wilayah perairan Indonesia bisa lebih terjaga dari ancaman pencurian.
Selain soal nelayan, Zulhas juga menyoroti kondisi para petani yang dinilai perlu mendapat perhatian serius. Ia mendorong agar upaya membantu petani dilakukan secara masif, artinya tidak setengah-setengah melainkan dalam skala besar dan menyeluruh di seluruh penjuru Indonesia.
Pernyataan Zulhas ini muncul di tengah upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional. Sektor pertanian dan perikanan memang menjadi dua pilar penting dalam menjaga ketersediaan bahan makanan bagi lebih dari 270 juta penduduk Indonesia.
Pencurian ikan atau yang dikenal dengan istilah illegal fishing — yaitu kegiatan menangkap ikan di perairan Indonesia tanpa izin — memang sudah lama menjadi masalah besar. Kerugian akibat praktik ini tidak hanya dirasakan negara, tapi juga langsung berdampak pada penghasilan nelayan lokal yang harus bersaing dengan pihak-pihak yang tidak bermain sesuai aturan.
Ditulis ulang dari: Liputan6

