Willie Salim Jalani Sunat di Usia 24 Tahun, Ini Alasannya

Foto: Liputan6

Ringkasan 30 Detik
  • Kreator konten Willie Salim menjalani khitan menggunakan metode laser pada 24 September 2026.
  • Ia menyebut alasan utamanya adalah kesehatan, bukan semata-mata karena ajaran agama.
  • Keputusan ini ia ambil bersama bimbingan sang guru, Ustaz Derry Sulaiman.

Kreator konten Willie Salim menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah menjalani khitan pada usia 24 tahun. Prosesi ini dilakukan pada Kamis, 24 September 2026, di sebuah klinik profesional dengan menggunakan metode laser, bukan metode konvensional seperti yang umumnya dilakukan.

Khitan atau sirkumsisi sendiri adalah prosedur medis yang melibatkan pengangkatan kulup, yaitu lapisan kulit yang menutupi ujung organ intim pria. Secara medis, prosedur ini diketahui memiliki sejumlah manfaat kesehatan, termasuk mengurangi risiko infeksi dan menjaga kebersihan. Metode laser yang dipilih Willie dinilai lebih modern karena proses pemulihan yang cenderung lebih cepat dan rasa sakit yang lebih minimal dibanding metode bedah konvensional.

Meski khitan lazimnya dilakukan saat seseorang masih kanak-kanak, keputusan Willie yang melakukannya di usia dewasa menuai perhatian banyak orang. Willie pun tak ragu membagikan berbagai momen perjalanannya, mulai dari sebelum hingga setelah prosesi, lewat akun media sosialnya. Ia bahkan mengaku sempat sangat gugup menjelang hari H hingga sulit tidur.

Saat ditemui di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, pada Minggu, 27 September 2026, Willie menjelaskan alasan di balik keputusannya itu. Ia menyebut, “Yang pertama pasti alasan medis, untuk kesehatan”, dan menegaskan bahwa ia melakukannya demi kebaikan tubuhnya sendiri karena dinilai lebih sehat.

Selain alasan kesehatan, keputusan ini juga tak lepas dari perjalanan spiritual Willie bersama sang guru, Ustaz Derry Sulaiman. Willie memang dikenal tengah mendalami ajaran Islam dalam beberapa waktu terakhir, dan khitan merupakan salah satu praktik yang dianjurkan dalam agama Islam sebagai bagian dari kebersihan dan kesucian diri.

Meskipun mendapat arahan dari sang guru dalam proses spiritualnya, Willie menegaskan bahwa faktor kesehatan tetap menjadi pertimbangan utama. Ia ingin keputusannya dipahami bukan semata-mata sebagai langkah keagamaan, melainkan juga sebagai pilihan yang bertanggung jawab terhadap kesehatannya sendiri.

Kabar ini langsung viral dan memicu beragam komentar dari warganet. Sebagian besar mengapresiasi keberanian Willie yang mau terbuka soal pengalaman pribadinya, sementara yang lain penasaran dengan proses pemulihannya. Willie sendiri tampak santai merespons perhatian publik dan memilih untuk terus berbagi pengalamannya secara transparan di media sosial.

Perjalanan Willie Salim ini sekaligus mengingatkan banyak orang bahwa keputusan kesehatan dan spiritual bisa berjalan beriringan, dan tidak ada kata terlambat untuk mengambil langkah yang diyakini memberikan manfaat bagi diri sendiri.

Ditulis ulang dari: Liputan6

Scroll to Top