Ussy Pieters Gelar Festival Parade Band, Bangkitkan Semangat Musisi

Foto: Liputan6

Ringkasan 30 Detik
  • Ussy Pieters dan PAPPRI menggelar Festival Parade Band se-Jabodetabek dengan 24 peserta dari berbagai genre musik.
  • Festival ini bertujuan menghidupkan kembali para musisi senior yang terhenti berkarya saat pandemi COVID-19.
  • Ussy berencana membuat festival tribute lagu 70-an dan program khusus untuk musisi muda, sambil menolak penggunaan AI dalam industri musik.

Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) bersama Ussy Pieters menghadirkan Festival Parade Band se-Jabodetabek pada Minggu, 25 Oktober 2026, di DeHeng House, Kemang, Jakarta Selatan. Acara ini menjadi gebrakan pertama Ussy Pieters sejak dilantik menjadi Ketua DPD PAPPRI.

UssY menjelaskan antusiasme tinggi dari musisi yang ingin ikut serta. “Banyak sekali yang mau ikut dalam festival ini. Tapi, kita seleksi lagi menjadi 24 peserta. Peserta yang ikut pun juga beragam genrenya. Ada dangdut, keroncong, klasik, melayu, disko, RnB, dan masih banyak lagi,” ujarnya kepada Liputan6.com. Dengan beragamnya genre yang ditampilkan, festival ini mencerminkan kekayaan musik Indonesia yang berani dihadirkan dalam satu panggung.

Tujuan utama penyelenggaraan festival ini adalah menghidupkan semangat para musisi senior yang sempat berhenti berkarya selama pandemi COVID-19 melanda. Lebih dari sekadar menghibur, acara ini juga dimaksudkan membuka peluang bagi generasi musisi berikutnya untuk terus berkreasi melalui berbagai genre musik yang berbeda-beda.

UssY juga mengungkapkan rencana langkah selanjutnya untuk organisasi. “Rencananya kita nanti akan menggarap festival musik tribute untuk nostalgia tembang lagu 70-an,” katanya. Selain menghidupkan kembali musik dari era silam, PAPPRI juga merencanakan program khusus yang akan menjadi wadah bagi musisi muda agar dapat terus berkarya dan mengembangkan talenta mereka.

Sebagai musisi senior dan Master Harpa pertama Indonesia, Ussy Pieters juga tidak melewatkan kesempatan untuk menyuarakan kekhawatiran terhadap penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam industri musik. Menurutnya, kreativitas yang dihasilkan para musisi adalah sebuah anugerah yang sangat berharga dan tidak ternilai. Ia percaya bahwa AI berpotensi merusak kreativitas dan mematikan semangat musisi dalam berkarya.

Melalui festival ini, Ussy Pieters menyampaikan pesan kepada para musisi untuk tetap semangat berkarya di tengah perkembangan teknologi yang pesat. Dia menekankan pentingnya mempertahankan nilai-nilai kreativitas manusia sebagai fondasi industri musik yang sehat. Festival Parade Band se-Jabodetabek menjadi bukti komitmen PAPPRI untuk mendukung ekosistem musik Indonesia yang inklusif, dari musisi senior hingga generasi muda.

Sumber: Liputan6

Scroll to Top