Menhan Sjafrie Ingatkan Prajurit Perbatasan Kalbar Soal Kesiapan Tempur

Foto: Antara News

Ringkasan 30 Detik
  • Menhan Sjafrie mengunjungi Yonif TP 926/Pangalangok Libau di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
  • Prajurit diminta memiliki kemampuan menembak, bela diri, dan patroli untuk menjaga kedaulatan NKRI di wilayah perbatasan.
  • Selain tugas pertahanan, batalyon ini juga punya fungsi pembangunan lewat kompi pertanian, peternakan, kesehatan, dan konstruksi untuk mensejahterakan masyarakat.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyambangi markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 926/Pangalangok Libau di Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis (8/10). Kunjungan ini bertujuan mengecek kesiapan prajurit yang bertugas menjaga perbatasan Indonesia dengan negara tetangga Malaysia.

Di hadapan ratusan prajurit, Sjafrie menegaskan bahwa semangat dan kedisiplinan saja tidak cukup. Kemampuan teknis militer harus dimiliki setiap prajurit yang bertugas di wilayah perbatasan yang rawan dan strategis.

“Kamu adalah prajurit yang semangat dan disiplin. Tapi semangat dan disiplinmu ada tantangannya. Kamu prajurit Batalyon Infanteri Tempur, kamu harus mempunyai kemampuan menembak, bela diri, dan patroli,” tuturnya.

Kabupaten Bengkayang sendiri berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia. Posisi geografis seperti ini membuat kesiapan prajurit menjadi hal yang tidak bisa dikompromikan. Penjagaan wilayah perbatasan bukan hanya soal keamanan fisik, melainkan juga menyangkut kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) secara keseluruhan.

Yonif TP 926/Pangalangok Libau bukan sembarang batalyon tempur biasa. Satuan ini memiliki fungsi ganda — selain bertugas di bidang pertahanan, mereka juga menjalankan misi pembangunan teritorial. Artinya, para prajurit aktif terlibat membantu kehidupan masyarakat di sekitar wilayah penugasan mereka.

Sjafrie menjelaskan bahwa batalyon ini dilengkapi dengan empat kompi khusus: kompi pertanian, peternakan, kesehatan, dan konstruksi. Keempat unit ini dirancang untuk mendukung kebutuhan nyata masyarakat di wilayah perbatasan yang sering kali jauh dari akses layanan publik yang memadai.

“Tugasmu adalah membuat rakyat merasa aman dan membuat rakyat merasa sejahtera. Kamu di batalyon ada kompi pertanian, kompi peternakan, kompi kesehatan, dan kompi konstruksi. Jangan sekali-kali kamu menyakiti hati rakyat, sebab kamu berasal dari rakyat,” katanya.

Pesan itu bukan sekadar basa-basi. Sjafrie menekankan bahwa hubungan baik antara prajurit dan warga merupakan fondasi penting dari tugas TNI sebagai tentara rakyat. Prajurit diminta menjaga sikap dan selalu mendahulukan kepentingan masyarakat dalam setiap tindakan mereka di lapangan.

Sebagai penutup kunjungan, Sjafrie membacakan dan menandatangani pesan tertulis yang ditujukan kepada seluruh keluarga besar Yonif TP 926/Pangalangok Libau. Isi pesan itu menegaskan kembali peran prajurit sebagai tentara rakyat dan tentara pejuang yang mengabdi untuk negara sekaligus untuk masyarakat.

Kunjungan ini juga mencakup pengecekan sarana dan prasarana batalyon guna memastikan fasilitas yang ada cukup memadai untuk mendukung operasi pertahanan maupun program pembangunan wilayah di Kalimantan Barat. Perhatian terhadap kelengkapan fasilitas ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan prajurit di garis terdepan bisa bekerja secara optimal.

Sumber: Antara News

Scroll to Top