Foto: Antara News
- Menteri Perdagangan mendorong pengembangan fesyen modest Indonesia di pasar dalam dan luar negeri melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
- Pemerintah memfasilitasi pelaku usaha fesyen bertemu dengan ritel modern dan pembeli internasional untuk memperluas jangkauan penjualan.
- Sektor fesyen modest Indonesia mencapai ekspor 5,97 miliar dolar AS pada Januari-Agustus 2026 dan diprediksi terus bertumbuh hingga 2029.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan komitmen pemerintah untuk terus mengembangkan industri fesyen modest Indonesia agar bisa bersaing di pasar lokal dan global. Pernyataan ini disampaikan saat membuka acara IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 di Jakarta International Convention Center, yang merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Perdagangan dan Bank Indonesia untuk membuka peluang bisnis di sektor fesyen.
Menurut Budi, pasar fesyen dalam negeri Indonesia sangat besar dan perlu dimaksimalkan dengan mengembangkan produk lokal. “Pasar fesyen domestik kita besar, maka harus kita manfaatkan dengan mengembangkan produk-produk fesyen kita sendiri. Modest fesyen terbukti memiliki potensi besar, sehingga harus dimaksimalkan di dalam sekaligus luar negeri,” ujarnya.
Untuk memperkuat posisi fesyen modest di pasar dalam negeri, Kementerian Perdagangan mendorong kerjasama dengan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo). Program ini memberikan kesempatan kepada produsen fesyen untuk melakukan business matching atau penjajakan bisnis dengan ritel modern. Tujuannya memastikan produk fesyen nasional yang berkualitas bisa masuk ke jaringan department store dan mall ternama.
Untuk pasar ekspor, Mendag menawarkan solusi yang lebih mudah. Pelaku usaha fesyen cukup melakukan presentasi daring, kemudian perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri akan membantu mencari pembeli potensial. “Produk fesyen kita makin banyak diminati di luar negeri. Kemendag tidak henti-hentinya mempromosikan produk kita melalui perwadag RI di luar negeri,” kata Budi.
Data menunjukkan bahwa strategi promosi pemerintah telah membuahkan hasil. Pada periode Januari-Agustus 2026, ekspor fesyen modest Indonesia mencapai 5,97 miliar dolar Amerika Serikat, tumbuh 2,89 persen secara tahunan. Angka ini meningkat dibanding 2025 ketika nilai ekspor fesyen modest mencapai 8,67 miliar dolar AS, naik 3 persen dibanding tahun 2024.
Potensi pertumbuhan fesyen modest sangat menjanjikan di tingkat global. Menurut laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/26, pengeluaran konsumen muslim di seluruh dunia untuk pakaian dan alas kaki mencapai 347 miliar dolar AS pada 2024. Angka ini diproyeksikan akan meningkat menjadi 444 miliar dolar AS pada 2029. Indonesia saat ini menempati peringkat pertama dunia dalam sektor fesyen modest pada 2025, posisi yang perlu dipertahankan melalui inovasi dan promosi berkelanjutan.
Sumber: Antara News

