Foto: Antara News
- Kemenperin meluncurkan layanan konsultasi bisnis gratis bernama Mentor Hub yang bisa diakses pelaku IKM secara online.
- Lima perguruan tinggi bergabung sebagai mitra, menyediakan 29 mentor untuk sesi konsultasi 30 menit sesuai kebutuhan usaha.
- Selama uji coba September 2026, sudah ada 45 sesi konsultasi dengan topik terbanyak soal desain produk, branding, pemasaran, dan strategi bisnis.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meluncurkan program Mentor Hub, sebuah layanan konsultasi bisnis gratis yang dirancang khusus untuk pelaku industri kecil menengah (IKM). Program ini mengandalkan kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi sebagai sumber tenaga mentor profesional.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk membangun sinergi lintas sektor demi memperkuat industri nasional. Menurutnya, kampus punya keunggulan tersendiri yang tidak dimiliki pemerintah secara langsung, mulai dari keahlian teknis hingga riset inovasi.
“Mitra kolaborasi tentunya memiliki pandangan, pengalaman, sumber daya, dan solusi tersendiri yang dapat saling melengkapi agar program-program Kemenperin menjadi lebih tepat sasaran dan efektif,” kata Menperin Agus.
Alasan di balik program ini cukup kuat secara data. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi IKM terhadap produk domestik bruto (PDB) sektor industri pengolahan nonmigas mencapai 21,07 persen pada triwulan II 2026. Selain itu, sektor ini menyerap 13,06 juta tenaga kerja per Februari 2026, dengan total jumlah unit usaha IKM mencapai 4,44 juta di seluruh Indonesia. Angka-angka ini menunjukkan betapa besarnya peran IKM dalam perekonomian nasional, sekaligus menegaskan pentingnya pembinaan yang merata dan mudah diakses.
Program Mentor Hub mulai berjalan sejak 22 September 2026, dikelola oleh Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA). Lima perguruan tinggi yang sudah bergabung adalah ISI Yogyakarta, Universitas Ciputra Surabaya, Telkom University, Universitas Pertamina, dan Universitas Sebelas Maret (UNS).
Layanan ini bisa diakses secara daring melalui aplikasi berbasis web bernama Smart Sentra. Mekanismenya sederhana: pelaku IKM memilih mentor yang sesuai dengan kebutuhan atau masalah bisnis mereka, lalu menjadwalkan sesi konsultasi selama 30 menit. Tidak dipungut biaya sama sekali.
Saat ini tersedia 29 mentor dari kelima kampus tersebut. Selama masa uji coba di bulan September 2026, sudah terlaksana 45 sesi konsultasi. Empat topik yang paling sering ditanyakan adalah desain produk, branding (cara membangun citra merek), pemasaran, dan strategi bisnis secara umum.
Direktur Industri Kimia, Sandang dan Kerajinan Ditjen IKMA, Budi Setiawan, menegaskan bahwa hasil konsultasi ini juga menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah. “Konsultasi IKM ini tentunya juga menjadi masukan bagi kami untuk penyempurnaan layanan, dan juga menjadi insight untuk lebih memahami dan menyiapkan kebijakan dan program pembinaan yang lebih efektif dan tepat sasaran,” ujar Budi.
Ke depannya, Kemenperin berencana mengevaluasi pelaksanaan Mentor Hub dan memperluas jangkauannya dengan menambah lebih banyak kampus mitra serta tenaga pengajar. Langkah ini diharapkan bisa menjangkau lebih banyak pelaku IKM di berbagai daerah yang selama ini kesulitan mengakses layanan pembinaan bisnis secara langsung.
Sumber: Antara News

