Foto: Antara News
- Polda Bengkulu mengautopsi jenazah tanpa identitas yang ditemukan di pesisir Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara.
- Polda Bengkulu berkoordinasi dengan Polda Lampung untuk mengecek kemungkinan keterkaitan jenazah dengan rombongan jurnalis yang hilang di Selat Sunda.
- Jenazah diterbangkan dari Pulau Enggano ke Kota Bengkulu menggunakan pesawat Susi Air pada Senin pagi.
Kepolisian Daerah Bengkulu tengah mengautopsi jenazah tanpa identitas yang ditemukan di kawasan pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. Penemuan ini dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Bengkulu pada Sabtu, 12 September 2026.
Proses autopsi dilakukan oleh Biddokkes (Bidang Kedokteran dan Kesehatan) Polda Bengkulu untuk mengetahui identitas dan penyebab kematian jenazah tersebut. Berdasarkan pemeriksaan awal, jenazah itu bukan warga setempat di Pulau Enggano.
“Kami sampaikan pada hari ini sedang dilakukan autopsi dari jenazah yang ditemukan tanpa identitas di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. Sementara ini untuk jenazah tengah dilakukan autopsi oleh Biddokkes Polda Bengkulu,” kata Kepala Bidang Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Imam Wijayanto, Senin.
Polda Bengkulu juga berkoordinasi dengan kepolisian di wilayah Lampung. Koordinasi ini dilakukan untuk mengecek apakah jenazah tersebut ada kaitannya dengan rombongan lima jurnalis dan tiga kru yang hingga kini masih dalam pencarian setelah hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Namun, Imam menegaskan belum ada kepastian soal hal itu. “Kami belum bisa memastikan (apakah jenazah tersebut merupakan jurnalis yang hilang), tapi Dirkrimsus dan Kabid Dokes Polda Bengkulu sudah berkoordinasi dengan Polda Lampung untuk meminta ciri-ciri atau sampel yang ada dari sana,” ujarnya.
Jenazah sebelumnya diterbangkan dari Bandara Enggano menuju Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu pada pukul 07.58 WIB menggunakan pesawat Susi Air, didampingi dua petugas kepolisian. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bengkulu, Muslikun Sodik, membenarkan proses pemindahan jenazah tersebut.
Rombongan jurnalis yang hilang diketahui berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Komunikasi dengan rombongan kemudian terputus, dan tim SAR gabungan masih terus melakukan operasi pencarian.
Ditulis ulang dari: Antara News

