Harga emas Pegadaian berbeda per merek, Antam tertinggi Rp2,61 juta

Foto: Liputan6

Ringkasan 30 Detik
  • Harga emas Pegadaian pada 17 Oktober 2026 berbeda per merek: Galeri24 Rp2.523.000, Antam Rp2.611.000, dan UBS Rp2.548.000 per gram.
  • Setiap merek menawarkan pilihan berat berbeda, dari 0,5 gram hingga beberapa kilogram, sehingga pembeli punya fleksibilitas memilih sesuai anggaran.
  • Harga emas dunia cenderung turun minggu ini karena pasar khawatir The Fed akan terus menaikkan suku bunga untuk mengatasi inflasi AS yang tinggi.

Harga emas Pegadaian untuk produk Galeri24, Antam, dan UBS mencatat perbedaan pada Sabtu (17 Oktober 2026). Berdasarkan data resmi Pegadaian, harga emas Galeri24 berada di posisi Rp2.523.000 per gram, sementara Antam mencapai Rp2.611.000 per gram, dan UBS senilai Rp2.548.000 per gram.

Perbedaan harga ini memberikan masyarakat beberapa pilihan untuk memilih emas sesuai dengan merek pilihan dan kemampuan keuangan mereka. Namun, perlu diingat bahwa harga emas Pegadaian dapat berubah kapan saja mengikuti pembaruan dari penyedia layanan.

Dari sisi pilihan beratnya, emas Galeri24 tersedia mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram. Emas UBS ditawarkan dalam berbagai ukuran dari 0,5 gram hingga 500 gram. Sementara emas Antam disediakan dengan pilihan berat mulai dari 0,5 gram hingga 100 gram. Calon pembeli perlu memperhatikan bahwa harga per gram tidak selalu sama jika dibandingkan antara kemasan dengan berat yang berbeda.

Di tingkat global, harga emas mengalami tekanan minggu ini. Harga emas di pasar spot hanya naik tipis 0,1% menjadi US$4.175,34 per ons pada akhir perdagangan Jumat, namun sepanjang minggu ini masih terkoreksi 0,4%. Sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember naik 0,7% menjadi US$4.198,20 per ons.

Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek, mengatakan “Kita masih bergerak dalam rentang yang terbatas dan cenderung menuju batas bawah level dukungan. Alasan utamanya adalah masih banyak ketidakjelasan mengenai langkah yang akan diambil The Fed.” Ketidakpastian ini menjadi salah satu faktor utama yang membatasi penguatan harga emas.

Penekanan pada harga emas disebabkan oleh kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) lebih lanjut. Data inflasi Amerika Serikat menunjukkan kenaikan yang lebih tinggi dari perkiraan, termasuk data harga produsen AS yang mencatat kenaikan bulanan terbesar dalam 4,5 tahun terakhir.

Menurut perangkat FedWatch milik CME Group, pelaku pasar secara umum memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada bulan ini, namun peluang kenaikan suku bunga pada Desember diperkirakan mencapai 90%. Emas biasanya dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, tetapi kenaikan suku bunga cenderung mengurangi daya tariknya karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga.

Ekonom Iklim dan Komoditas Capital Economics, Hamad Hussain, memperkirakan “Sepanjang sisa tahun ini, harga emas kemungkinan akan bergerak turun secara bertahap seiring The Fed terus menaikkan suku bunga dan kekhawatiran mengenai berakhirnya ledakan investasi AI terbukti hanya bersifat sementara.”

Di sisi lain, logam mulia lainnya menunjukkan pergerakan positif pada perdagangan Jumat. Perak naik 0,3% menjadi US$57,62 per ons, platinum menguat 1,1% menjadi US$1.643,70 per ons, dan paladium naik 0,4% ke US$1.130,75 per ons, meski ketiga logam ini masih dalam jalur penurunan mingguan.

Sumber: Liputan6

Scroll to Top