Foto: Liputan6
- Cabai rawit merah turun menjadi Rp130.400 per kg, tapi cabai rawit hijau, cabai merah besar, dan cabai merah keriting malah naik.
- Daging sapi, daging ayam, dan telur ayam mengalami penurunan harga hingga mencapai Rp165.400, Rp44.900, dan Rp32.550 per kg.
- Minyak goreng dan gula pasir juga turun, masing-masing menjadi Rp21.300 dan Rp21.000 per kg menurut data PIHPS Nasional.
Pantauan harga pangan di pasaran menunjukkan kondisi yang beragam pada Jumat, 16 Oktober 2026. Berdasarkan catatan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, beberapa jenis komoditas pertanian masih terjaga harganya bahkan mengalami kenaikan, sementara produk lainnya justru mulai menurun.
Di kelompok cabai, terjadi gerakan harga yang tidak sama rata. Cabai rawit merah sedikit mengalami penurunan dibanding hari sebelumnya, turun dari Rp155.850 menjadi Rp130.400 per kilogram. Sebaliknya, cabai rawit hijau justru naik dari Rp81.250 menjadi Rp86.650 per kilogram. Tren naiknya juga terjadi pada cabai merah besar yang naik dari Rp82.100 menjadi Rp83.350 per kilogram, dan cabai merah keriting yang mengalami kenaikan lebih signifikan dari Rp138.750 menjadi Rp145.950 per kilogram.
Untuk bumbu dasar lainnya, bawang merah dan bawang putih masih dipasarkan dengan harga yang cukup tinggi, yakni masing-masing Rp45.850 dan Rp41.900 per kilogram. Harga-harga ini mencerminkan kondisi pasokan yang masih terbatas untuk komoditas-komoditas yang biasa digunakan dalam masakan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Berbeda dengan cabai dan bumbu, kelompok protein hewani menunjukkan tren positif dengan penurunan harga yang cukup membantu pembeli. Daging sapi turun dari Rp175.400 menjadi Rp165.400 per kilogram, sementara daging ayam mengalami penurunan yang lebih dramatis dari Rp52.250 menjadi Rp44.900 per kilogram. Telur ayam juga semakin terjangkau dengan turun dari Rp38.750 menjadi Rp32.550 per kilogram, memberikan pilihan protein yang lebih ekonomis bagi konsumen.
Pada komoditas lainnya, seperti minyak goreng dan gula pasir, harga-harga juga menunjukkan tren menurun yang menggembirakan. Minyak goreng jenis curah turun dari Rp24.600 menjadi Rp21.300 per kilogram, sementara gula pasir lokal turun dari Rp23.400 menjadi Rp21.000 per kilogram. Penurunan ini memberikan andil positif dalam menekan biaya produksi rumah tangga dan usaha kecil menengah yang bergantung pada kedua komoditas tersebut.
Fluktuasi harga ini tercatat dalam laporan harian PIHPS Nasional, lembaga yang rutin memantau dinamika harga pangan di berbagai pasar tradisional dan modern di seluruh Indonesia. Data ini menjadi acuan bagi konsumen dalam merencanakan belanja dan bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan terkait stabilisasi harga pangan strategis.
Sumber: Liputan6

