Foto: Antara News
- Fermin Aldeguer, juara bertahan MotoGP Indonesia dari Gresini Racing, berharap cuaca di Mandalika cerah saat hari balapan.
- BMKG memprediksi cuaca di kawasan Mandalika pada 10 Oktober cerah berawan dengan suhu 29-33 derajat Celcius.
- Meski berstatus juara bertahan, Fermin tidak memasang target mempertahankan gelar karena persaingan sangat ketat musim ini.
Pembalap Gresini Racing asal Spanyol, Fermin Aldeguer, mengungkapkan harapannya agar cuaca di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, bersahabat saat hari balapan MotoGP Indonesia berlangsung.
“Saya tidak berpikir bahwa cuaca buruk akan datang, saya berharap. Saya lebih menginginkan cuaca cerah (nanti di balapan),” kata Fermin Aldeguer kepada pewarta di Jakarta, Rabu.
Fermin juga mengakui bahwa potensi hujan tetap ada mengingat kondisi cuaca di periode tersebut. Namun ia menegaskan timnya siap menghadapi segala situasi. “Kita tahu bahwa pada periode saat ini akan sangat mungkin turun hujan, kondisi tersebut akan sama dihadapi oleh semua pembalap. Kami harus memberikan yang terbaik untuk kompetitif di segala kondisi,” imbuhnya.
Kabar baiknya, prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) cukup menggembirakan. Pada 10 Oktober, cuaca di wilayah Mandalika diperkirakan cerah berawan mulai pukul 11.00 hingga 17.00 WITA, dengan suhu berkisar antara 29 hingga 33 derajat Celcius.
Fermin sendiri datang ke Mandalika dengan status juara bertahan. Musim lalu, ia berhasil menjadi yang tercepat di sirkuit yang sama. Namun ia enggan memasang target mempertahankan gelar, mengingat persaingan musim ini sangat sengit.
Catatan menarik, sejak Mandalika masuk kalender MotoGP pada 2022, belum ada satu pembalap pun yang berhasil juara dua kali berturut-turut di sini. Miguel Oliveira menang pada 2022, Francesco “Pecco” Bagnaia pada 2023, Jorge Martin pada 2024, dan Fermin Aldeguer pada 2025. Rekor ini tentu menambah tantangan tersendiri bagi Fermin jika ingin mencatat sejarah baru.
Ditulis ulang dari: Antara News

