Foto: Antara News
- Gubernur Pramono Anung Wibowo membuka peluang memperluas Transjabodetabek dari Blok M ke Bandung untuk meningkatkan konektivitas.
- Blok M dijadikan contoh kesuksesan karena menjadi destinasi populer dengan dukungan transportasi publik terintegrasi MRT dan Transjakarta.
- Penumpang transportasi publik DKI meningkat 10,8 persen, dan rute Blok M-Bogor naik dari target 2.000 menjadi hampir 10.000 pengguna.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo membuka peluang untuk memperluas jangkauan layanan Transjabodetabek dari Blok M, Jakarta Selatan, sampai ke Bandung. Rencana ini diumumkan saat acara The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE 2026) berlangsung di Jakarta, Jumat kemarin.
Menurut Pramono, Blok M adalah salah satu kawasan terbaik yang bisa dijadikan contoh karena sudah berkembang menjadi destinasi wisata dan hiburan paling dicari, terutama oleh kaum muda. Kawasan ini terkenal dengan berbagai pilihan kuliner, panggung musik, dan aktivitas bisnis lokal yang ramai. “Saking populernya, masyarakat kerap menjulukinya sebagai ‘Negara Blok M’. Bahkan ada kelakar bahwa saat ini rute transportasi publik menghubungkan Blok M ke mana saja: dari Blok M ke Bogor, Blok M ke Bekasi, dan kelak barangkali Blok M ke Bandung. Tenang saja, semuanya terhubung melalui Transjabodetabek,” kata Pramono.
Keberhasilan Blok M tidak terlepas dari dukungan infrastruktur transportasi yang baik. Kawasan ini sudah terintegrasi langsung dengan jaringan MRT dan Transjakarta, sehingga memudahkan masyarakat untuk mengakses berbagai tempat dan bergerak lebih fleksibel. Pramono melihat hal ini sebagai bukti bahwa transportasi publik dan aktivitas kreatif dapat saling mendukung satu sama lain.
Rencana perluasan Transjabodetabek ini selaras dengan upaya pemerintah DKI untuk meningkatkan penggunaan transportasi umum di Jakarta. Data menunjukkan bahwa hingga September 2026, jumlah penumpang transportasi publik di DKI Jakarta mengalami peningkatan sebesar 10,8 persen. Pramono mengaitkan pertumbuhan ini dengan perbaikan kualitas layanan Transjabodetabek yang terus ditingkatkan.
Salah satu pencapaian nyata adalah rute Blok M-Bogor. Awalnya, rute ini ditargetkan hanya memiliki 2.000 pengguna, namun kini rata-rata sudah mencapai hampir 10.000 pengguna. Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin percaya dan memilih menggunakan transportasi umum yang dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Pramono berharap kepercayaan publik ini terus terjaga melalui peningkatan kualitas layanan. Dengan demikian, jumlah pengguna transportasi umum di Jakarta diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan ekspansi jaringan dan peningkatan konektivitas antar wilayah, termasuk rencana perluasan ke Bandung yang sedang dibuka peluangnya.
Sumber: Antara News

