Foto: Republika
- Danantara Indonesia berkomitmen berinvestasi di sektor tekstil nasional sebagai bagian memperkuat industri padat karya.
- Investasi akan mencakup seluruh rantai produksi dari hulu hingga hilir, bukan hanya industri akhir.
- Danantara sedang evaluasi beberapa opsi, termasuk mengambilalih perusahaan yang kesulitan atau membangun baru dari nol.
Danantara Indonesia menunjukkan komitmen seriusnya untuk berinvestasi di industri tekstil dalam negeri. Dony Oskaria, Kepala BP BUMN dan COO Danantara Indonesia, menegaskan rencana investasi ini bertujuan memperkuat sektor yang padat karya sekaligus membuka lapangan kerja dalam skala besar.
Menurut Dony, investasi Danantara tidak hanya fokus pada tahap produksi akhir, tetapi mencakup keseluruhan rantai produksi dari hulu hingga hilir. Dia mengatakan, “Kita akan masuk itu di tekstil itu tidak hanya di downstream-nya, tapi mulai dari upstream-nya, midstream-nya sampai downstream-nya.” Pendekatan terintegrasi ini dirancang untuk memperkuat ekosistem industri tekstil secara menyeluruh.
Meskipun keseriusannya sudah terang, Dony belum bisa mengungkapkan besaran alokasi investasi yang akan dialokasikan Danantara untuk industri tekstil. Dia menjelaskan bahwa jumlah investasi akan ditentukan berdasarkan kebutuhan yang muncul saat proses pembangunan industri dimulai.
Danantara sedang mengkaji beberapa pilihan strategis untuk mengembangkan industri tekstil nasional. Opsi pertama adalah mengambilalih perusahaan tekstil yang sudah beroperasi, sementara opsi kedua adalah membangun perusahaan baru dari awal. Pengambilalihan perusahaan yang mengalami kesulitan dilihat sebagai cara menyelamatkan operasional usaha sekaligus mencegah pengurangan tenaga kerja dalam jumlah besar.
Dony menekankan bahwa jika Danantara mengambilalih perusahaan yang ada, perbaikan model bisnis menjadi kunci penting. Dia menyatakan, “Misalkan tadi kalau dia mati terjadi pengurangan karyawan yang banyak. Nah, ini kan kita harus selamatkan juga yang begitu kan. Tapi kita perbaiki business model-nya dengan benar dan dengan lebih rapi.”
Dalam evaluasinya, Danantara juga mempertimbangkan kemungkinan keterlibatan dalam menyelamatkan perusahaan tekstil yang sudah ada, termasuk Sritex, meskipun belum ada keputusan final. Pendekatan inklusif ini menunjukkan keseriusan Danantara untuk menjaga stabilitas industri tekstil nasional.
Ukuran pasar domestik Indonesia menjadi salah satu alasan utama Danantara melirik industri tekstil. Dengan populasi hampir 300 juta penduduk, potensi pasar dalam negeri sangat besar. Dony mengatakan, “Kita serius karena dampaknya membuka lapangan pekerjaan yang banyak. Apalagi dengan market yang kita punya, hampir 300 juta kan penduduk kita.” Penguatan kapasitas produksi dalam negeri dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik yang terus berkembang dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Sumber: Republika

