Bapanas: 93% Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar, Harga Melonjak Jauh

Foto: Liputan6

Ringkasan 30 Detik
  • Badan Pangan Nasional menemukan 93% sampel beras fortifikasi yang diuji tidak memenuhi ketentuan kandungan gizi.
  • Harga beras bermasalah itu dijual jauh di atas harga wajar, ada yang mencapai Rp 56.000 per kilogram.
  • Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah akan segera mengumumkan tindakan tegas terhadap pelaku.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap temuan mengejutkan: dari sampel beras fortifikasi yang mereka uji di laboratorium, sebanyak 93 persen tidak memenuhi standar yang seharusnya. Beras fortifikasi adalah beras yang diklaim sudah diperkaya zat gizi tertentu, sehingga dijual dengan harga lebih tinggi dari beras biasa.

Masalahnya, kandungan di dalam produk itu ternyata tidak sesuai dengan klaim yang tertera di label kemasan. Padahal konsumen membayar jauh lebih mahal karena percaya produk tersebut lebih bergizi.

Kepala Bapanas yang juga merangkap sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan betapa besar selisih harga yang harus ditanggung konsumen. “Kami hajar! Kami pertaruhkan segalanya, sudah siap lahir batin. Beras fortifikasi, dia jual Rp 56.000 satu kilo, padahal harganya Rp 13.000 dan ini sudah masuk lab. Rp 20.000 dijualkan. Rp 40.000 satu kilo. Rp 56.000 dijualkan. Di labelnya (ibarat) ini emas padahal di dalamnya adalah timah besi, besi berkarat,” ujar Amran di Jakarta, Minggu (13/9/2026).

Amran menegaskan praktik semacam ini tidak hanya soal produk yang tidak jujur, tetapi juga berpotensi merugikan masyarakat luas yang sudah mengeluarkan uang lebih banyak dengan harapan mendapat manfaat gizi tambahan.

Pemerintah berencana mengumumkan langkah tindak lanjut dalam waktu dekat. Amran memastikan pihaknya tidak akan tinggal diam menghadapi praktik yang dinilai menipu konsumen ini.

Ditulis ulang dari: Liputan6

Scroll to Top