Natalie Sarah Selektif Pilih Peran, Hindari Syuting Sinetron

Foto: Liputan6

Ringkasan 30 Detik
  • Natalie Sarah kembali berakting di film drama komedi Kembar Tak Sama setelah lama absen dari layar kaca.
  • Ia enggan menerima tawaran sinetron stripping karena jam kerja yang panjang dan jadwal yang tidak pasti.
  • Saat ini Natalie fokus pada bisnis bersama suami, sehingga lebih memilih proyek film yang jadwalnya bisa disesuaikan.

Aktris Natalie Sarah akhirnya kembali tampil di layar lebar melalui film drama komedi terbaru berjudul Kembar Tak Sama. Setelah lama absen dari dunia hiburan, ia kini menjelaskan alasan jarangnya menerima tawaran peran dalam beberapa tahun terakhir.

Natalie menegaskan bukan karena tidak ingin kembali berakting, melainkan ia sangat selektif dalam memilih proyek yang sesuai dengan kondisi pribadinya saat ini. Ia secara terbuka mengungkapkan keberatannya terhadap sistem produksi sinetron yang menggunakan metode stripping, yaitu syuting dengan jadwal padat tanpa kepastian kapan selesai.

“Nggak mengurangi sih. Sebenarnya mau syuting, tapi banyak syaratnya kalau aku syuting sinetron. Kalau film oke. Tapi kalau sinetron tuh kayak stripping apalagi. Kalau ditawarin, ‘Pulangnya pagi nggak?’ Gitu,” ungkap Natalie Sarah saat ditemui di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

Aktris berusia 40-an tahun ini menjelaskan bahwa ia selalu menanyakan berbagai syarat kepada pihak produksi sebelum menerima penawaran. Salah satu pertanyaan utamanya adalah berapa lama ia harus berada di lokasi syuting dan apakah jadwal bisa disesuaikan dengan kebutuhan pribadinya. Pengalaman pahit selama enam tahun membintangi sinetron Dunia Terbalik masih tertanam dalam ingatannya.

“Di terakhir yang sinetron aku enam tahun itu, Dunia Terbalik, itu kita sampai nunggu skrip di situ, enggak boleh ke mana-mana, enggak bisa ke luar negeri. Ya sudah selama enam tahun itu mengabdi pada sinetron,” kenangnya.

Menurutnya, jadwal produksi film layar lebar jauh lebih fleksibel dibandingkan sinetron. Dalam proyek film, aktor biasanya hanya perlu hadir untuk syuting scene tertentu selama beberapa hari, lalu bisa melanjutkan aktivitas lainnya. Hal ini memberikan ruang gerak yang lebih besar untuk mengatur waktu pribadi.

“Kalau film enggak terlalu ribet, karena aku misalkan cuma berapa scene. Yang syuting itu bisa dibagi cuma berapa hari, kan. Kecuali sinetron stripping, itu yang agak sulit. Itu aja. Bagi waktunya gampang kalau film layar lebar,” jelasnya.

Selain pertimbangan jadwal, Natalie juga memiliki tanggung jawab lain yang sama pentingnya. Ia saat ini menjalankan bisnis bersama suaminya, sehingga perlu menyeimbangkan antara waktu kerja, penghasilan dari dunia hiburan, dan kebutuhan untuk mengurus usaha keluarga. Ketika dihitung-hitungkan, penghasilan dari sinetron tidak sebanding dengan waktu yang harus dikorbankan.

“Kalau kita hitung-hitung, kalau jadi seorang pekerja, karyawan gitu, untuk waktunya, harinya aku nggak full. Terus cuannya pun mirip-mirip. Jadi lebih gitulah. Tapi sebenarnya dalam hati tuh kangen banget. Syuting tuh kayak sudah passion,” ujarnya.

Meskipun demikian, Natalie tetap membuka peluang untuk kembali berakting di masa depan jika menemukan proyek yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan passion-nya. Kini ia menunggu penawaran yang tepat sambil tetap fokus pada bisnis keluarganya.

Sumber: Liputan6

Scroll to Top