Bappenas tanam pohon di Rinjani jaga lingkungan dan ekonomi

Foto: Antara News

Ringkasan 30 Detik
  • Bappenas menanam 10 pohon beringin di jalur pendakian Sembalun, Gunung Rinjani, untuk melindungi sumber mata air yang penting.
  • Aksi ini bagian dari upaya mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Goal 15 tentang pelestarian ekosistem daratan.
  • Inisiatif juga mendukung pengembangan ekowisata berkelanjutan yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar tanpa merusak alam.

Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) menegaskan komitmennya dalam menjaga lingkungan dengan melakukan aksi penanaman pohon di Taman Nasional Gunung Rinjani, Lombok. Kegiatan ini dilakukan melalui Sekretariat Nasional Sustainable Development Goals (SDGs) yang merupakan bagian dari Kementerian PPN/Bappenas.

Pada Kamis (29 Oktober), Kepala Sekretariat Nasional SDGs Bappenas bernama Pungkas Bahjuri memimpin penanaman pohon beringin di Pos 2 jalur pendakian Sembalun. Total ada 10 bibit pohon beringin yang ditanam di lokasi tersebut. Pilihan jenis pohon dan lokasi bukan kebetulan—area ini memiliki sumber mata air yang sangat penting untuk dijaga kelestariannya.

Menurut Pungkas, langkah ini adalah wujud nyata dari implementasi Goal 15 Sustainable Development Goals, yang berfokus pada perlindungan dan pemulihan ekosistem daratan. “Kami harapkan pohon beringin ini bisa memberikan perlindungan untuk menjaga mata air tetap terus berkelanjutan. Jadi, SDG 15 di sini berkaitan dengan Goal 15, yaitu ekosistem daratan. Selain menjaga kelestarian lingkungan dan vegetasi,” ujar Pungkas.

Namun inisiatif Bappenas tidak hanya berfokus pada lingkungan saja. Pungkas menekankan bahwa kegiatan ini juga selaras dengan Goal 8 SDGs yang terkait dengan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Taman Nasional Gunung Rinjani memiliki daya tarik wisata tinggi yang dapat mendorong pembangunan ekonomi kerakyatan melalui konsep ekowisata berkelanjutan.

“Jadi melalui konsep ekowisata berkelanjutan. Konsep ini bertujuan menjaga kelestarian alam sekaligus mendatangkan manfaat ekonomi langsung bagi pihak balai maupun masyarakat yang terjun di lapangan,” jelasnya. Dengan cara ini, pelestarian alam dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

Untuk mencapai keberhasilan jangka panjang, Pungkas menekankan perlunya kolaborasi erat dari berbagai pihak. Kolaborasi diperlukan antara Taman Nasional Gunung Rinjani, pemerintah pusat, pemerintah daerah, Universitas Mataram untuk penguatan riset dan pemberdayaan masyarakat, serta komunitas dan warga sekitar. “Melalui pendekatan yang komprehensif, Seknas SDGs Bappenas berharap ekosistem daratan, lautan, serta kehidupan sosial-ekonomi di kawasan Lombok dapat terus terjaga secara selaras tanpa merusak lingkungan,” tutur Pungkas.

Aksi ini menunjukkan upaya Bappenas untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan secara menyeluruh. Pemerintah sendiri telah mengumumkan bahwa capaian indikator SDGs Indonesia sudah mencapai 62 persen dengan 13 indikator yang menunjukkan kemajuan, sementara 24 persen indikator lainnya masih dalam kategori kurang optimal. Prestasi ini membuat Indonesia naik 25 peringkat menjadi urutan ke-77 dari 167 negara di dunia dibandingkan dengan tahun 2019.

Sumber: Antara News

Scroll to Top