Pasar dalam negeri jadi tulang punggung industri otomotif

Foto: Antara News

Ringkasan 30 Detik
  • Kemenperin menyebut pasar dalam negeri tetap jadi penopang utama industri otomotif Indonesia.
  • Sulawesi Selatan masuk peringkat ketujuh penjualan otomotif nasional dengan pangsa pasar 4 persen.
  • Pada Januari-September 2026, penjualan kendaraan tumbuh 21 persen wholesale dan 15,4 persen retail.

Industri otomotif Indonesia terus mengandalkan pasar dalam negeri sebagai penggerak utama pertumbuhannya. Hal ini disampaikan oleh Setia Diarta, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika dari Kementerian Perindustrian, saat membuka ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Makassar 2026 di kota tersebut.

“Kota Makassar adalah salah satu kota besar tempat pelaksanaan GIIAS 2026. Saya berharap GIIAS Makassar 2026 tidak hanya menjadi tempat melihat produk dan teknologi terbaru, tetapi juga menjadi ruang lahirnya kolaborasi, investasi, dan peluang usaha baru yang memperkuat industri otomotif nasional,” ujar Setia Diarta.

Menurut Setia, Sulawesi Selatan menunjukkan potensi pasar otomotif yang sangat besar. Data penjualan kendaraan tahun 2026 menempatkan Sulawesi Selatan di urutan ketujuh secara nasional dengan kontribusi sekitar 4 persen dari total pasar. Angka ini mencerminkan kekuatan kawasan timur Indonesia dalam industri otomotif dan membuka peluang pengembangan yang lebih luas.

Untuk mendukung pertumbuhan ini, pemerintah menekankan perlunya penguatan industri pendukung. Setia menyebutkan beberapa langkah strategis mulai dari perluasan jaringan penjualan dan layanan purnajual, pelatihan teknisi yang lebih baik, hingga melibatkan industri kecil dan menengah dalam memasok komponen kendaraan. Ekosistem industri yang kuat akan memastikan pertumbuhan berkelanjutan di sektor ini.

Data penjualan nasional menunjukkan momentum positif yang konsisten. Dalam periode Januari hingga September 2026, penjualan kendaraan secara wholesale—penjualan dari produsen ke dealer—mencapai sekitar 679 ribu unit, yang berarti tumbuh sebesar 21 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan langsung ke konsumen atau retail meningkat 15,4 persen.

Selain pasar domestik, ekspor kendaraan juga menunjukkan performa yang menggembirakan. Ekspor kendaraan utuh atau completely built up (CBU) mencapai 371 ribu unit dengan pertumbuhan 2,7 persen. Bahkan ekspor dalam bentuk terurai atau completely knocked down (CKD)—di mana kendaraan dikirim dalam bentuk komponen untuk dirakit di negara tujuan—mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi yaitu 24,5 persen.

Setia berharap GIIAS Makassar 2026 dapat menjadi wadah kolaborasi yang efektif antara produsen kendaraan, perusahaan komponen otomotif, dan pemerintah daerah. Melalui sinergi ini, diharapkan pasar otomotif Indonesia, terutama di kawasan timur, dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi ekonomi yang lebih signifikan bagi negara.

Sumber: Antara News

Scroll to Top