Foto: Antara News
- BMKG mencatat kualitas udara di Bengkulu secara umum masih dalam kategori bagus hingga sedang, tapi beberapa wilayah terdampak asap cukup parah.
- Di Kabupaten Kepahiang, kadar partikel debu halus PM2,5 di SD Negeri 01 Kepahiang menembus 315 µg/nm³, jauh di atas batas aman 25 µg/nm³.
- Warga, terutama anak-anak dan lansia, diminta memakai masker dan mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan.
Kualitas udara di Provinsi Bengkulu sedang jadi perhatian. BMKG Stasiun Klimatologi Pulau Baai Bengkulu melaporkan kondisi udara di wilayah ini secara umum masih terbilang bagus hingga sedang, tapi sempat menyentuh kategori tidak sehat dalam beberapa pekan terakhir.
Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Pulau Enggano Bengkulu, Pungky Saiful Akbar, menjelaskan bahwa lonjakan kualitas udara ke level berbahaya tidak berlangsung lama. “Kualitas udara di Provinsi Bengkulu saat ini terpantau dalam kondisi bagus hingga sedang. Jadi memang di beberapa pekan terakhir sempat ada kenaikan masuk kategori tidak sehat yaitu diatas 55,5 µg nm³. Namun itu hanya terjadi secara instan atau hanya beberapa jam,” kata Pungky di Kota Bengkulu, Rabu.
Kondisi berbeda terjadi di wilayah yang berbatasan langsung dengan sumber asap, seperti Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Kepahiang. Di daerah-daerah ini, polusi udara cenderung meningkat pada pagi hari dan berpotensi mengganggu kesehatan warga sekitar.
Hasil pemeriksaan kualitas udara di Kepahiang menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Di SD Negeri 01 Kepahiang, kadar partikel debu halus PM2,5 mencapai 315 µg/nm³, padahal batas amannya hanya 25 µg/nm³. Di area luar kantor Bupati Kepahiang, kadar PM10 bahkan melonjak hingga 583 µg/nm³.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang, Tajri Fauzan, menegaskan kondisi ini berbahaya bagi kelompok rentan. “Memang benar kualitas udara berdasarkan uji fisik di lapangan saat ini berada pada kondisi yang tidak sehat bagi masyarakat khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak sekolah,” ujarnya.
Pihak Dinas Kesehatan Kepahiang mengimbau para siswa dan guru untuk kembali menggunakan masker, baik di dalam maupun di luar kelas. Warga juga disarankan mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan sampai kualitas udara kembali normal.
BMKG pun meminta masyarakat tidak panik, namun tetap waspada dengan selalu memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama saat udara terasa berat dan berkabut.
Ditulis ulang dari: Antara News

