Eiger Nature Resmi Diluncurkan di Bogor, Serap 600 Pekerja Lokal

Foto: Antara News

Ringkasan 30 Detik
  • Eiger Nature resmi diluncurkan di Megamendung, Kabupaten Bogor, sebagai destinasi wisata alam dan petualangan baru.
  • Saat ini sudah ada 600 warga lokal yang bekerja di sana, dengan target naik hingga 2.000 orang lewat pengembangan berikutnya.
  • Pengelola berkomitmen menjaga lingkungan dengan hanya memanfaatkan sekitar 1,5 persen lahan dari batas maksimal yang diizinkan.

Destinasi wisata alam Eiger Nature resmi diluncurkan di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (27/10/2026). Peluncuran ini dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana bersama CEO Eiger Nature Ronny Lukito.

Menurut Widiyanti, kehadiran tempat wisata ini sejalan dengan tren pariwisata global yang kini lebih banyak dicari wisatawan — yaitu pengalaman yang personal, autentik, dan ramah lingkungan. Berdasarkan Indonesia Tourism Outlook 2026–2027, wisata ramah lingkungan masuk peringkat ketiga dan wisata alam serta petualangan berada di peringkat kelima dari lima tren utama pariwisata Indonesia.

“Saya menyambut baik inisiatif ini, terlebih ketika wisata alam dan petualangan semakin mendapat perhatian dalam pengembangan pariwisata dunia,” kata Widiyanti.

Eiger sendiri dikenal sebagai merek perlengkapan kegiatan luar ruang. Kini perusahaan ini beralih menjadi pengelola wisata berbasis alam setelah proses persiapan sekitar lima tahun. Widiyanti menyebut ini sebagai contoh investasi wisata yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, mulai dari pelibatan UMKM hingga penyerapan tenaga kerja.

“Tadi saya tanya dengan Bapak, ada 600 pekerja di sini adalah penduduk setempat dan mudah-mudahan dengan investasi tahap berikutnya bisa mencapai 2.000 orang,” ujar Widiyanti.

Dari sisi investasi, sektor pariwisata nasional menunjukkan pertumbuhan positif. Pada 2025, realisasi investasinya mencapai Rp73,56 triliun atau naik 56,05 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara di semester pertama 2026, investasi pariwisata sudah menyentuh Rp39,68 triliun, tumbuh 16,64 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Soal kelestarian lingkungan, CEO Eiger Nature Ronny Lukito menegaskan pihaknya sangat berhati-hati dalam pengembangan, terutama karena sebagian kawasan berada dalam zona pemanfaatan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Lahan yang dibangun baru sekitar 1,5 persen, jauh di bawah batas maksimal 10 persen yang diizinkan.

“Eiger Nature berjanji, berkomitmen akan sangat berhati-hati di dalam pengembangan, apalagi yang ada di kawasan hutan,” kata Ronny.

Widiyanti juga mengingatkan agar pengembangan wisata alam tetap memperhatikan daya dukung lingkungan, mitigasi bencana, dan keselamatan wisatawan.

Ditulis ulang dari: Antara News

Scroll to Top