Foto: Liputan6
- Aisyah Aqilah berperan sebagai Gita, kakak yang ekstrovert dan sangat menyayangi keluarga.
- Laura Moane memainkan Nala, adik introvert yang hobi boneka dan menjahit—ini debut film horor pertamanya.
- Film The Doll Ghawiah berlatar tahun 1988 dengan cerita keluarga yang diganggu boneka berhantu setelah pindah ke Bandung.
Aktris Aisyah Aqilah menunjukkan bakat aktingnya dalam film horor Indonesia berjudul The Doll Ghawiah. Dalam konferensi pers dan premiere pada Jumat (16 Oktober 2026), dia menjelaskan karakter yang dimainkannya.
Aisyah memerankan tokoh bernama Gita, anak pertama dari dua bersaudara dalam keluarga Pak Arya dan Bu Evi. Mengenai karakter ini, Aisyah mengatakan, “Aku berperan sebagai Gita. Karakter Gita itu, dia anak pertama dari dua bersaudara, anak dari Pak Arya dan Bu Evi dan saudaranya Nala. Tapi kalau si Gita itu anaknya lebih ekstrovert. Dia jauh lebih bisa mengekspresikan apa yang ada di dalam hati dan isi kepalanya sih.” Gita digambarkan sebagai tipe yang sangat mencintai keluarga dan tidak ingin keluarganya hancur.
Sementara itu, aktris Laura Moane berperan sebagai Nala, adik dari Gita. Kepribadian Nala berlawanan dengan kakaknya—dia cenderung introvert dengan hobi yang feminin. “Jadi di film Ghawiah ini saya berperan sebagai Nala. Anak dari Pak Arya dan Ibu Evi. Dan anak bontot dari keluarga mereka. Adiknya si Gita. Si Nala ini perannya introvert, terus dia juga hobi boneka, hobi menjahit, dan dia suka yang girly-girly gitu,” ujar Laura Moane.
Untuk Laura Moane, peran ini memiliki makna khusus karena menjadi debut film horor pertamanya dalam karir sebagai aktris. Dia mengungkapkan antusiasnya, “Ini debut film aku pertama, film horor pertama. Jadi aku benar-benar excited banget.”
Film The Doll Ghawiah, yang akan tayang mulai 29 Oktober 2026, mengambil latar cerita pada tahun 1988. Kisah ini menceritakan keluarga Arya dan Evi yang memutuskan pindah dari Jakarta ke Babakan Siliwangi, Bandung, bersama kedua anak mereka. Keputusan pindah diambil karena kondisi ekonomi mereka tidak baik di Ibu Kota, dan mereka berharap situasi membaik di kota baru. Di Bandung, keluarga ini membuka restoran sebagai mata pencaharian.
Namun, setelah beberapa waktu tinggal di Bandung, kejadian aneh mulai bermunculan. Nala menemui anak kecil misterius di hutan Babakan Siliwangi dan membawa pulang boneka bernama Ghawiah yang diberikan anak tersebut. Sejak boneka itu dibawa ke rumah, teror menakutkan dimulai. Boneka Ghawiah sering berpindah tempat tanpa ada yang memindahkannya. Warga setempat juga mengenal cerita menyeramkan tentang seorang anak bernama Uci yang meninggal karena kecelakaan lalu lintas, dan boneka Ghawiah diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Sumber: Liputan6

