Museum di Jakarta Pakai Teknologi Imersif untuk Pikat Anak Muda

Foto: Antara News

Ringkasan 30 Detik
  • Pemprov DKI Jakarta menggunakan teknologi imersif di museum untuk menarik lebih banyak pengunjung, terutama generasi muda.
  • Museum Wayang kini punya area super hologram, ruang imersif 360 derajat, dan permainan interaktif, plus hampir tujuh ribu koleksi wayang dari seluruh Indonesia.
  • Meski teknologi jadi daya tarik, pengelola museum menegaskan koleksi asli tetap menjadi daya pikat utama sebuah museum.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berbenah untuk membuat museum-museumnya lebih diminati masyarakat, terutama generasi muda. Salah satu caranya adalah dengan mengadopsi teknologi modern dalam penyajian koleksi.

Kepala Unit Pengelola Museum Seni Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Sri Kusumawati, menjelaskan langkah ini dalam kegiatan Sosialisasi Museum dan Penyebaran Informasi Koleksi di Jakarta, Senin (19/10/2026). “Kami memanfaatkan teknologi informasi untuk menyajikannya menjadi lebih menarik kepada generasi muda,” ujarnya.

Salah satu contoh nyatanya adalah Museum Wayang yang kini dilengkapi teknologi imersif — yaitu teknologi yang membuat pengunjung merasa seolah-olah benar-benar berada di dalam suatu lingkungan atau situasi. Fasilitas ini mencakup area super hologram, ruang imersif 360 derajat, serta permainan interaktif yang bisa dinikmati siapa saja.

Selain soal teknologi, tampilan museum pun dirombak. Lemari kaca penyimpan koleksi kini dibuat lebih minimalis agar perhatian pengunjung terfokus pada koleksi itu sendiri, yang juga dipadukan dengan keindahan bangunan cagar budaya. Saat ini Museum Wayang menyimpan hampir tujuh ribu koleksi wayang dari berbagai penjuru Indonesia.

Meski teknologi menjadi senjata baru untuk menarik pengunjung, Sri mengingatkan bahwa teknologi hanyalah pendukung. “Pada dasarnya, yang menjadi bintang dan menjadi tujuan untuk orang datang ke museum itu bukan seberapa canggih teknologi informasi yang kita tampilkan, tetapi yang menjadi primadonanya adalah koleksi asli dari museum tersebut,” katanya.

Sri juga menekankan bahwa museum yang baik bukan sekadar tempat menyimpan benda berharga, melainkan ruang yang memberi manfaat dan pengalaman bagi semua kalangan — termasuk memastikan setiap pengunjung merasa diterima dan dihargai.

“Mari kita jadikan Museum Wayang bukan hanya sebagai tempat mengenang masa lalu tetapi sebagai ruang inspirasi untuk membangun masa depan,” kata dia.

Ditulis ulang dari: Antara News

Scroll to Top