Ledakan Ruko di Surabaya Diduga akibat Kebocoran Gas, 5 Orang Luka

Foto: Antara News

Ringkasan 30 Detik
  • Sebuah ruko di kawasan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya meledak pada Selasa pagi dan melukai lima orang.
  • Polisi dan tim penjinak bom tidak menemukan bahan peledak; ledakan diduga kuat berasal dari kebocoran gas pada bagian pipa.
  • Sebanyak 41 bangunan di sekitar lokasi mengalami kerusakan, lima di antaranya rusak parah.

Sebuah bangunan rumah toko (ruko) di kawasan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya meledak pada Selasa pagi, 6 Oktober 2026. Polisi menduga insiden ini dipicu oleh kebocoran gas, bukan bahan peledak.

Kepala Polrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, menjelaskan bahwa ledakan diketahui terjadi saat seorang koki sedang memasak dan sempat mencium bau gas sebelum ledakan terjadi. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Tim Penjinak Bom (Jibom), tidak ditemukan kandungan bahan peledak apa pun.

“Berdasarkan keterangan saksi-saksi, kemungkinan besar ledakan tersebut diduga kuat berasal dari kebocoran gas,” kata Kombes Pol Luthfie.

Petugas menemukan tiga tabung elpiji berkapasitas masing-masing 50 kilogram di lokasi. Ketiga tabung tidak meledak, namun kondisinya sudah kosong karena gas di dalamnya telah keluar. Sumber kebocoran sementara diduga berasal dari bagian pipa, dan penyelidikan masih berlanjut untuk memastikan dari satu atau semua tabung gas tersebut berasal.

Tim Gegana Satbrimob Polda Jatim juga memperkuat temuan serupa. Kompol Sandi menyatakan, “Kejadian ini murni karena tekanan gas yang terkumpul dalam satu ruangan.”

Akibat ledakan, lima orang — empat laki-laki dan satu perempuan — mengalami luka dan kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji. Selain korban jiwa, sekitar 41 bangunan di sekitar lokasi rusak. Lima bangunan yang berada tepat di sisi lokasi mengalami kerusakan parah, sementara sebagian besar bangunan lain mengalami kerusakan ringan berupa kaca pecah akibat getaran keras.

Saat ini, polisi masih fokus mengamankan TKP dan menangani para korban. Pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait belum dilakukan, dan penyelidikan untuk memastikan akar penyebab ledakan masih terus berjalan.

Ditulis ulang dari: Antara News

Scroll to Top