Foto: Liputan6
- Bandara Husein Sastranegara Bandung kembali beroperasi melayani penerbangan domestik pada Agustus 2026.
- BPS Jawa Barat mencatat jumlah penumpang pesawat domestik melonjak 2.558% secara bulanan menjadi 11.085 orang.
- Selain penumpang, distribusi kargo barang domestik juga ikut meningkat seiring beroperasinya bandara tersebut.
Bandara Husein Sastranegara di pusat Kota Bandung kembali beroperasi melayani penerbangan domestik, dan dampaknya langsung terasa. Jumlah penumpang pesawat di Jawa Barat melonjak drastis hanya dalam satu bulan.
Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat ada 11.085 penumpang yang menggunakan jalur udara domestik pada Agustus 2026. Angka itu melonjak 2.558% dibandingkan bulan sebelumnya, ketika jumlah penumpang sangat rendah akibat pembatasan rute penerbangan di Kota Bandung.
“Lonjakan tajam ini terjadi seiring dibukanya kembali penerbangan domestik di Bandara Husein Sastranegara Bandung,” kata Kepala BPS Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, di Bandung, dikutip dari Antara, Kamis (1/10/2026).
Bandara Husein Sastranegara memang bukan bandara baru. Fasilitas ini sudah lama menjadi pintu udara utama bagi warga Bandung dan sekitarnya sebelum sempat dibatasi operasionalnya. Letaknya yang berada di tengah kota membuatnya sangat strategis dan mudah diakses dibandingkan harus menempuh perjalanan jauh ke bandara lain.
Sebelum Bandara Husein aktif kembali, warga Jawa Barat yang ingin bepergian lewat jalur udara harus mengandalkan Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, yang jaraknya jauh lebih jauh dari pusat Kota Bandung. Kondisi ini membuat banyak penumpang memilih moda transportasi darat, sehingga jumlah penumpang udara di Jawa Barat sempat sangat tertekan.
Selain membangkitkan kembali mobilitas penumpang, beroperasinya Bandara Husein juga memberi dampak positif bagi distribusi logistik di Jawa Barat. BPS mencatat adanya peningkatan muatan kargo barang domestik seiring dengan aktifnya kembali bandara tersebut. Hal ini penting karena kelancaran pengiriman barang lewat udara berpengaruh langsung pada ketersediaan produk dan biaya distribusi.
Ke depan, potensi Bandara Husein Sastranegara dipandang masih bisa terus berkembang. Rute internasional pun disebut-sebut siap menyusul setelah penerbangan domestik stabil. Jika rute luar negeri dibuka, bandara ini bisa kembali menjadi hub penting yang menghubungkan Jawa Barat langsung ke berbagai destinasi mancanegara, seperti yang pernah terjadi sebelumnya saat maskapai-maskapai internasional masih aktif melayani rute dari Bandung.
Lonjakan angka penumpang sebesar 2.558% dalam satu bulan ini menjadi sinyal kuat bahwa permintaan masyarakat terhadap penerbangan dari Bandung sebenarnya sangat besar. Dengan fasilitas yang terus diperbaiki dan rute yang semakin beragam, Bandara Husein Sastranegara berpeluang kembali menjadi salah satu bandara tersibuk di Jawa Barat.
Sumber: Liputan6

