Harga Emas Pekan Ini Diprediksi Naik Turun, Kisaran Rp 2,62–2,82 Juta

Ringkasan 30 Detik
  • Harga emas dunia ditutup di level 4.378 dolar AS per troy ons pada akhir pekan lalu.
  • Harga logam mulia dalam negeri diprediksi bergerak di kisaran Rp 2,62 juta hingga Rp 2,82 juta per gram pekan ini.
  • Faktor pendorong fluktuasi meliputi ketegangan geopolitik global, dinamika politik AS, dan kebijakan suku bunga The Fed.

Harga emas dan logam mulia diprediksi akan bergerak naik turun sepanjang pekan ini. Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menyebut ada tiga faktor utama yang memengaruhi pergerakan ini, yakni ketegangan geopolitik di berbagai negara, situasi politik Amerika Serikat, serta kebijakan suku bunga bank sentral AS, The Federal Reserve.

Pada akhir pekan lalu, harga emas dunia ditutup di angka 4.378 dolar AS per troy ons. Jika harga melemah, batas bawah pertama yang menjadi perhatian analis ada di 4.333 dolar AS, lalu di 4.250 dolar AS. Sebaliknya, jika harga menguat, batas atas pertama ada di 4.429 dolar AS dan batas atas kedua di 4.533 dolar AS.

“Jadi, kemungkinan besar harga emas dunia dalam transaksi minggu depan yakni di support 4.250 dolar AS per troy ons, dan resistennya di 4.533 dolar AS per troy ons,” kata Ibrahim.

Untuk harga logam mulia di dalam negeri, pekan lalu ditutup di posisi Rp 2,76 juta per gram. Bila mengalami penurunan, harga bisa menyentuh Rp 2,74 juta lalu Rp 2,62 juta per gram. Jika naik, targetnya ada di Rp 2,78 juta hingga Rp 2,82 juta per gram.

“Sehingga, dalam perdagangan di pekan ini, harga logam mulia kemungkinan besar diperdagangkan di support Rp 2,62 juta per gram, dan resisten-nya di Rp 2,82 juta per gram,” ungkap Ibrahim.

Selain emas, harga minyak mentah pekan ini juga diprediksi bergerak di kisaran 90,30 hingga 102,50 dolar AS. Sementara indeks dolar AS diperkirakan berada di rentang 99,40 hingga 101,20. Kondisi ini menunjukkan pasar komoditas secara keseluruhan masih dalam suasana yang penuh ketidakpastian.

Ditulis ulang dari: Republika

Scroll to Top