Foto: Liputan6
- Harga emas dunia turun pada perdagangan Selasa, 15 September 2026 akibat penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
- Lonjakan harga minyak mentah memicu kekhawatiran inflasi yang berpotensi mendorong The Fed menaikkan suku bunga.
- Pelaku pasar kini menunggu keputusan suku bunga The Federal Reserve yang dijadwalkan diumumkan Rabu waktu setempat.
Harga emas dunia mengalami penurunan pada perdagangan Selasa, 15 September 2026. Ada dua tekanan utama yang membuat harga logam mulia ini melemah: penguatan nilai dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS — yakni keuntungan yang didapat dari memiliki surat utang negara.
Berdasarkan data yang dikutip dari CNBC, harga emas di pasar spot turun 0,3% ke level US$4.285,88 per ons. Harga ini bahkan sempat menyentuh titik terendah sejak 7 Agustus 2026 pada hari Senin sebelumnya. Sementara itu, harga kontrak berjangka emas AS melemah lebih dalam, yakni 0,6%, ke posisi US$4.325,80.
Salah satu pemicu tambahan adalah lonjakan harga minyak mentah global. Kenaikan harga energi ini memunculkan kekhawatiran bahwa inflasi — atau kenaikan harga barang secara umum — akan ikut terdongkrak. Kondisi itu dianggap bisa mendorong bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), untuk menaikkan suku bunga.
Daniel Pavilonis, Senior Market Strategist di StoneX, menjelaskan kaitannya dengan emas. “Harga energi yang lebih tinggi menyebabkan inflasi yang lebih tinggi. Inflasi yang lebih tinggi dapat memicu kenaikan suku bunga. Hal itu tidak menguntungkan bagi emas, emas saat ini bergerak dalam kisaran terbatas (range-bound). Harganya bahkan bisa turun lebih dalam jika suku bunga terus naik,” ujar Pavilonis.
Suku bunga yang tinggi membuat emas kurang menarik dibanding aset lain seperti obligasi yang memberikan imbal hasil. Itulah mengapa setiap sinyal kenaikan suku bunga biasanya menekan harga emas.
Para pelaku pasar kini memusatkan perhatian pada pengumuman keputusan suku bunga The Fed yang dijadwalkan keluar pada Rabu pukul 14.00 waktu EDT atau sekitar pukul 01.00 dini hari Kamis waktu Jakarta.
Ditulis ulang dari: Liputan6

