Harga Emas Dunia Anjlok Lebih dari 1% Imbas Data Inflasi AS

Foto: Liputan6

Ringkasan 30 Detik
  • Harga emas spot turun 0,9% ke level US$ 4.359,19 pada perdagangan Kamis, 10 September 2026.
  • Penurunan dipicu data inflasi AS yang kuat dan lonjakan harga energi yang memunculkan spekulasi kenaikan suku bunga The Fed.
  • Penguatan dolar AS dan naiknya imbal hasil obligasi pemerintah AS ikut membuat emas semakin kurang menarik bagi investor.

Harga emas dunia mengalami koreksi cukup dalam pada perdagangan Kamis, 10 September 2026. Harga emas spot tercatat turun 0,9% ke posisi US$ 4.359,19, atau merosot lebih dari 1% secara keseluruhan dalam sesi perdagangan hari itu.

Penyebab utama penurunan ini adalah data inflasi Amerika Serikat untuk bulan Agustus yang lebih kuat dari perkiraan. Ditambah lagi, harga energi yang melonjak membuat pasar semakin yakin bahwa bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Kondisi ini diperparah oleh menguatnya nilai tukar dolar AS dan naiknya imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun. Ketika dolar menguat, harga emas otomatis terasa lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain, sehingga minat beli pun berkurang.

Meski demikian, sebagian besar ekonom masih memperkirakan The Fed akan memilih untuk menahan suku bunga acuannya pada pertemuan mendatang. Artinya, tekanan pada emas bisa bersifat sementara, tergantung pada arah kebijakan The Fed ke depannya.

Ditulis ulang dari: Liputan6

Scroll to Top