Orang Utan Dievakuasi saat Kebakaran Hutan Kalimantan Meluas

Foto: Liputan6

Ringkasan 30 Detik
  • Kebakaran hutan di Kalimantan memaksa tim gabungan mengevakuasi orang utan yang terjebak api dan asap.
  • Raya dan Rayu, sepasang induk dan bayi orang utan, diselamatkan di Kotawaringin Timur pada 2 September 2026.
  • Di Ketapang, seekor induk beserta anaknya juga berhasil dievakuasi dari kawasan yang terbakar.

Kebakaran hutan di Kalimantan tidak hanya membahayakan warga sekitar, tapi juga mengancam keselamatan orang utan yang seluruh hidupnya bergantung pada hutan tersebut.

Pada 2 September 2026, tim gabungan dari BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam), TNI, dan OFI berhasil mengevakuasi dua orang utan di wilayah Kotawaringin Timur. Keduanya diberi nama Raya dan Rayu — seekor induk beserta bayinya yang ditemukan terjebak di area terdampak kebakaran.

Evakuasi serupa juga dilakukan di Ketapang, di mana seekor induk orang utan dan anaknya berhasil diselamatkan dari kawasan hutan yang terbakar.

Upaya penyelamatan ini penting karena orang utan adalah satwa yang sangat bergantung pada hutan sebagai sumber makanan dan tempat berlindung. Ketika hutan terbakar, mereka tidak hanya kehilangan rumah, tetapi juga terpapar bahaya asap tebal yang bisa mengancam nyawa.

Kebakaran hutan yang terus berulang setiap tahun membuat populasi orang utan semakin tertekan. Evakuasi menjadi salah satu langkah nyata untuk menjaga agar satwa yang dilindungi ini tetap bisa bertahan hidup di tengah ancaman yang tak kunjung berhenti.

Ditulis ulang dari: Liputan6

Scroll to Top