Gubernur NTT Dorong Pemulihan Ekonomi di Tengah Tanggap Darurat Gempa

Foto: Antara News

Ringkasan 30 Detik
  • Gubernur NTT Melki Laka Lena mendorong strategi pemulihan ekonomi selama masa tanggap darurat pascagempa.
  • Langkah ini diambil agar aktivitas ekonomi warga tidak terhenti total meski daerah masih dalam kondisi darurat.
  • Pemerintah provinsi berupaya menyeimbangkan penanganan bencana dengan menjaga stabilitas ekonomi lokal.

Gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tapi juga mengancam kegiatan ekonomi warga sehari-hari. Di tengah masa tanggap darurat ini, Gubernur NTT Melki Laka Lena mengambil langkah aktif untuk mendorong pemulihan ekonomi daerah berjalan bersamaan dengan penanganan bencana.

Gubernur Melki menegaskan bahwa penanganan bencana dan pemulihan ekonomi harus berjalan beriringan. Menghentikan aktivitas ekonomi sepenuhnya selama tanggap darurat dinilai bisa memperparah kondisi masyarakat yang sudah terdampak gempa.

Pemerintah Provinsi NTT pun menyusun strategi agar sektor-sektor ekonomi yang masih bisa beroperasi tetap berjalan. Fokusnya adalah menjaga ketersediaan kebutuhan pokok dan memastikan warga yang tidak langsung terdampak kerusakan dapat melanjutkan aktivitas ekonominya.

Masa tanggap darurat biasanya berlangsung dalam kurun waktu tertentu yang ditetapkan pemerintah — artinya ada batas waktu di mana sumber daya dan perhatian dipusatkan untuk menangani dampak bencana secara cepat. Di periode inilah Gubernur Melki ingin memastikan pemulihan ekonomi sudah mulai digerakkan, bukan ditunda hingga masa darurat berakhir.

Langkah ini penting mengingat NTT adalah salah satu provinsi dengan tingkat kemiskinan yang masih tinggi. Jika ekonomi ikut terhenti akibat bencana, beban masyarakat bisa berlipat ganda — kehilangan tempat tinggal sekaligus kehilangan sumber penghasilan.

Pemerintah daerah diharapkan dapat mengoordinasikan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha lokal dan lembaga terkait, agar pemulihan bisa dirasakan masyarakat secepat mungkin.

Ditulis ulang dari: Antara News

Scroll to Top