4 ABK Indonesia Bebas dari Somalia, Negara Jamin Perawatan Penuh

Foto: Antara News

Ringkasan 30 Detik
  • Empat ABK WNI korban pembajakan kapal MT Honour 25 di Somalia tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa malam.
  • Pemerintah menjamin perawatan kesehatan fisik dan psikologis secara menyeluruh bagi keempat korban.
  • Pemulangan ini melibatkan koordinasi lintas kementerian, DPR, hingga KBRI di Yaoundé, Kamerun.

Empat anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia yang sebelumnya disandera perompak di Somalia akhirnya kembali ke tanah air. Mereka tiba di Terminal VVIP Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa malam sekitar pukul 18.41 WIB.

Keempat ABK itu adalah Ashari Samadikun, kapten kapal asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan; Adi Faizal, perwira kedua asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan; Wahudinanto, kepala mualim asal Pemalang, Jawa Tengah; dan Fiki Mutakin asal Bogor, Jawa Barat. Mereka sebelumnya menjadi korban pembajakan kapal tanker MT Honour 25 oleh kelompok bersenjata di perairan Somalia.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono hadir langsung menyambut para korban, didampingi Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir. Suasana penyambutan berlangsung haru, bahkan salah satu orang tua ABK sempat pingsan setelah melihat anaknya tiba dengan selamat.

Pemerintah menegaskan tidak akan berhenti hanya pada proses pemulangan. Negara akan memastikan keempat ABK mendapatkan pemulihan yang menyeluruh, mencakup perawatan fisik maupun mental. “Pada kesempatan ini, saya selaku Menko PMK ingin memastikan bahwa kelanjutan dari proses ini di mana perawatan kesehatan bagi saudara-saudara kita ini juga bisa terlaksana dengan baik,” ujar Sugiono.

Perawatan psikologis menjadi salah satu perhatian utama pemerintah, mengingat para korban telah melalui pengalaman traumatik akibat penyanderaan. “Perawatan medis dan psikologis disiapkan agar para korban dapat pulih secara utuh baik fisik maupun mental,” tambahnya.

Penyanderaan seperti ini bukan hal baru di perairan sekitar Somalia dan Tanduk Afrika. Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran internasional yang rawan aksi perompakan. Kapal-kapal tanker dan kargo kerap menjadi sasaran kelompok bersenjata yang menuntut tebusan, sehingga keselamatan awak kapal selalu menjadi risiko serius dalam setiap pelayaran di jalur itu.

Proses pembebasan dan pemulangan keempat ABK ini melibatkan banyak pihak sekaligus. Koordinasi lintas sektor mencakup Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, Komisi I DPR RI, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia di Yaoundé, Kamerun, yang menjadi pos diplomatik penting dalam penanganan kasus ini.

Sugiono secara khusus menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat. “Kami juga ingin menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, kemudian seluruh anggota Komisi I DPR RI, Kedutaan Besar Republik Indonesia, Yaoundé, dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemulangan, pembebasan dan pemulangan saudara-saudara kita ini,” kata dia.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan diplomatik dan konsular bagi warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri, termasuk mereka yang berprofesi sebagai pelaut di jalur-jalur perairan internasional yang berisiko tinggi. Pemerintah kini fokus memastikan keempat ABK bisa pulih sepenuhnya sebelum kembali ke keluarga masing-masing.

Sumber: Antara News

Scroll to Top